Sunday, January 27, 2008
Hi, how’s your weekend folks?
Well finally, party was over. He' gone (forever). I just remember, He did everything. As a human being, hopefully he rest in peace. Really-really peace.
Anyway, what a thing will make you scary when you almost stop in quarter life, have a wonderfull lover in your side, and fantastic live?... M-A-R-R-I-E-D. For God sake! I don’t know, I thing that phase scary me out. Started we talked about our financial planing –seperated planning then we talked about pre-nup.
So far we are a happy – equal – partner (in my assumption :p). A kind of relationship where you talk about anything. Nothing is hidden here. And then not really decided, we’ll bring that type into our marriage life, include the financial condition. What will happened, no one know! A lot of case and situation, we discuss. Everything look like face a win-win solution, until we talk about pre-nup!
I want pre-nup. Just for plan B. That’s not really about legal separation of a couple’s wealth but also for comfortable life. In case one of us, had an affair in our marriage life, She/He wouldn’t get assets at all. If She/He have another income, must be 50% give to our children till She/He passed away. My lover just screaming out. He’s not a traditional thinker but He think, it’s like preparing for divorce at the beginning of our marriage. We arguing whole night.
At the end we realized, it is not about pre-nup. We are not ready getting married, yet. We are to scary. We need to deal with our self ego. So, we stop, take a deep breath, and decided to take a slow step. Yes, we love each other, so, we need time to dealing with our self.
I’ve been thinking entire week. Yes, probably we are not that kind partner. Pre-nup will make us to busy with my own assets. In some cases, couples are forgetting that they are actually sharing their live together. I want that. Sharing whole live till we old and ugly. Btw, The Secret said : Negatif thinking will pull you to negatif area. So…I keep in my mine, He born just for me ;p
But I still want a happy-safety-comfortable-wealthy marriage life! Amin. Everybody want it, don’t they? :p
Have nice weekend…..GBU!
Labels: ordinary conversations
|
Ponsel berdering sekali. Tanda ada sma masuk. Mademoiselle sedang di dapur menyiapkan makan malam ulang tahunnya. Sepuluh menit kemudian, setelah bebek masuk ke dalam oven, dia membuka pesan singkat itu. Pesan dari Carissa.
Asraff passed away. He got accident last night
Mademoiselle terduduk. “Oh,God!”
*****
“Hi, my name is Assraf”. Assraf memperkenalkan dirinya.
“Hello, I’m Moiselle. Nice to meet you!”
Begitulah awal perkenalan dirinya, lima tahun yang lalu. Saat mengikuti seminar tentang gerakan pemuda dunia yang diprakarsai oleh PBB. Assraf, berkewarganegaraan Inggris tetapi di memiliki darah Turki dan Jerman. Banyak orang berkata, He’s born as a jerk! Well, seumumnya kehidupan barat. Dating with different girls each week is normal. Tapi kamu akan dianggap jerk kalau kamu tidak monogami, means you dating with two girls in same week.
“Kenapa kalian berdua tidak berkencan?” Tanya Carrisa.
”Who?” Tanya Assraf.
”You and Moiselle”.
“Me?!” Moiselle balik bertanya. “NO!!!”
“What? Seburuk itukah aku?” Protes Assraf.
“I see you 24/7. Enough! I don’t want meet you more”.
“Yup. Ini aneh. Kamu sudah mengencani semua gadis-gadis d team ini, kecuali Moiselle. Kam nggak tergoda? You live under the same roof!” Carrisa masih tidak terima.
“Aku juga nggak pernah kencan sama Jess and Deb”. Jawab Assraf.
“Ha ha ha… Jess has Rob, and Deb engged!” Carissa melirikku.
“What?!” Jawabku.
“Both of you are totally cazy!” Seru Carissa.
“Not my fault. She is a lesbian”. Jawab Assraf.
“No way!” Mademoiselle melempar bantal ke muka Assraf.
*****
“Finally over!” Mademoiselle berteriak kegirangan ketika laporannya selesai.
“Finally!” Timpal Assraf.
“Melegakan”.
“Do you want hug me?” Tanya Assraf tiba-tiba.
“For what?” Tanya Mademoiselle dengan cuek sambil merapikan laptopnya.
“Nothing. But I want hug you!”
“Ooo…”, Mademoiselle berhenti menggulung kabel dan menyambut pelukan Assraf.
“You are my best roommate”.
“Thak you”. Jawab Mademoiselle dan kembali merapikan gulungan kabelnya. ”It’s too late. Good night”. Mademoiselle hendak menuju kamarnya.
”Hi...Moiselle!”
”Yeah?!”
”Can we going out tomorrow? Uhm…dinner then go to cinema?”
Mademoiselle menaikan alisnya. “I think sound perfect! Sleep tight!”
*****
Keesokannya mereka makan malam, nonton, ngobrol. Sebelum-sebelumnya mereka juga ngobrol. Tapi ini lain. Talk about future and dreams.
”Hi, moiselle...,”
“What?!”
“Seandainya nanti-nanti nggak menemukan…don’t know soulmate or someone. Would you marry me?”
“Sorry?!”
“Never mind”.
Mereka berdua terdiam sejenak.
“You know…,” Mademoiselle membuka percakapan kembali. “For the next live I will marry you”.
“Good girl!”
“Hi, I am a woman”.
“Really?”
*****
“Ting…tong…!!!”
Mademoiselle terhenyak dari lamunanya. Penjaga apatementnya menyerahkan paket yang dikirim melalui Fedex. Mademoiselle sedikit terhenyak membaca pengirimnya. Assraf Brown.
“Happy Birthday my lovely girl. Don’t forget for te next live We will get marry”
XOXO
Assraf
Mademoiselle membuka bungkusannya. Sebuah Jam dinding. Tidak seperti biasanya. Apakah ini merupakan alat untuk mengukur kapan manusia akan berada di kehidupan lainnya? Dan Assraf benar-benar menunggunya di kehidupan yang akan datang.
"Ting...Tong...!" Bel apartemennya kembali berbunyi.
"Happy birthday beautiful!" Ucap Satrio.
"Just wonderful day".
-Mademoiselle series hanya fiksi semata. Kesamaan karakter dan cerita hanya kebetulan belaka-
Labels: mademoiselle series
|
Tuesday, January 22, 2008
Seminggu belakangan ini aku membaca kata 'maaf', 'memaafkan' di koran. Well, sekarang bukan masa lebaran, kan? Atau memang kita tidak perlu menunggu lebaran untuk memaafkan? Dan benarkah memaafkan, obat mujarab agar kita bisa hidup damai?
Pagi tadi di koran besar membicarakan soal maaf, memaafkan. Jawa Pos dengan anekdot by Dahlan Iskan. Ga bisa aku tulis di sini karena korannya di bawah dan aku malas ke bawah :p Tentang apa sih? Tentang Soeharto. Tentang memaafkan Soeharto. Di Kompas hari ini, 22/01/2008 ada yang menarik :
Kami akan memaafkan jika Bapak bisa kembalikan nyawa orang tua kami, anak kami, abang, adik kami, kawan kami. Semua uang kami yang Bapak korupsi. Tanah kami yang Bapak rampas. Rumah kami yang Bapak gusur. Harga diri dan martabat kami yang telah hancur.
Soal apakah Soeharto salah, soal apakah salah Soeharto sehingga perlu diberi maaf, dan soal apakah Soeharto sendiri meminta maaf karena merasa bersalah sehingga perlu diperantarai permohonan maafnya?! Bingung kan? Our elite ruin everything worse. Agung Laksono ditanya soal salah apa Soeharto, He said, You know lah... Hehehe...Oh, my God.
Bagi saya kasus Soeharto menunjukkan kalau kita berkuasa semua bisa dimaafkan dan hidup kita menjadi sooooo... easy. Well, anyway...aku nggak bisa menjudge karena tidak berkapasitas. Tapi kalau yang diisukan itu benar. We forgive he as a human being, but agaist humanity is trully crime.
Labels: Opini
|
Thursday, January 17, 2008
Beberapa hari yang lalu, pas buka kulkas, kaget bukan kepalang... 'kok tempe cuma segini? dan agak empuk lagi'. lalu nyamperin nyokap nanya kenapa tempenya cuma sedikit dan empuk. emang ganti penjual. FYI : Tempe adalah bahan pangan yang wajib dan ada di kulkas. Kata mama, harganya naik. Biasa Rp.2.000,00 dapet segaban, sekarang cuma dapet segitu. Bagi kami masalah itu beres. Besok ga beli Rp. 2000 tapi Rp 4000. Tapi gimana orang yang pendapatannya segitu2 aja? aku jadi ngilu sendiri ngebayanginnya. Tempe makanan rakyat ikut-ikutan naik gila-gilaan.
Setelah baca kompas, ternyata kenapa tempe mahal? Karena naiknya harga kedelai yang berlipat-lipat. Pertama, aku pikir karena efek banjir sehingga distribusi terganggu, ternyata yang bikin senewen, kedelai itu diimport. So thats way mahal! Apa sih yang gak diimpor indonesia?!... Dan yang jadi masalah lahan kedelai di amerika sana dijadikan pertanian untuk alternatif minyak. Dalem hati aku bilang, 'makin miskin aja negara kita, lama-lama sama dengan lesotho, ethiopia, negara miskin di afrika yang masih terlibat perang saudara'. Dan yang jadi big question, kemane aje pemerintah...masak gak pernah ngegosip gitu, kalo amerika mau ngganti lahan kedelai jadi tanaman lain?... Soeharto diurusin, diblow up sana-sini. Tiap breaking news pasti dia. Cape deh...!!!
Anyway ada yang bikin shock, ternyata bokapnya-temen-adikku- masuk penjara gara2 tuduhan korupsi. Sempet serangan jantung masuk RS (Makanya korupsi bikin jantungan!). Tapi yang aneh, si anak tetep aja nyantai, dugem, belanja-belanji dengan nominal aje gile. Hah, aku bertanya pada diri sendiri : Apakah penjara bukan hal yang memalukan lagi? Apa korupsi sudah dianggap wajar? Kalau begitu legalkan saja... maka nanti tinggal saling bunuh dengan keji.
Labels: Opini
|
Saturday, January 12, 2008
Hello, lagi longgg weekend yah...
Weekend kemarin pontang-panting ngerjain marketing plan. Secara setahun ini 'ilmu' itu tidak dibangunkan dari alam kubur. Hahaha... :p persiapan yang sedikit kilat, melahap buku-buku marketing baru dan ternyata dunia marketing grow up secepat ponakan-ponakanku. Hahaha...yang diup date pengetahuan tentang gosip mulu siy. Dan pada hari H, pas presentasi... thanks God, so far so good. Aku ga bakal di deportasi :p
Oya, terus beberapa kali pengen posting tapi kelupaan neh. Ngaku, kalau ke Carefour belakangan ini pasti ditawarin plastik ijo gambar pohon kan? Nah, harganya Rp. 2.000,00 rupiah to? Aku gak pernah mau. Bo' isu lingkungan dijawab dengan tas kantong plastik. Mana nyambung? Sebentar juga jebol. Kalo mau concern sama lingkungan, bikin aja kantong yang bisa dicuci ulang at least kalo jebol bisa dijahit.
Mengambil keuntungan ditengah isue global
Yang bikin gondok. Couple month ago, aku berusaha membiasakan diri ke toko ritel itu bawa tas besar segaban-gaban buat belanja. Aku lipat-lipat dan masukin ke tas tangan, pas dikasir aku dituduh nyolong. Hello...??? Jelas-jelas tas kain itu ada tulisan ACE HARDWARE. Arethey sell those stuff? Akhirnya dia nggak kasih aku masukin ke kantong bawaanku. Ibu dibelakangku dengan kesal bilang 'mbak, kantongnya gratis kok!" Emang dipikirin? Mau gratis kek, tapi aku nggak mau!1 kg tas plastik butuh 10 liter air buat mendinginkan. Isu itu sejak aku smp ada kalee. sejak Vj MTV Asia tenggara Jamie Aditya dan Sarah, isu itu udah ada. Disini juga hujat-hujat tuh cara Carefour cari untung.
Oya, pas lihat showbiz kemarin rada gondok juga, masak Ayat-ayat cinta dipending sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kenapa? Mereka udah berusaha memenuhi keinginan banyak pihak. Pengarang, produser, umat islam yang diwakili Muhammadiyah, sama pembaca fanatik. Membuat happy banyak pihak ga mungkin, at least win-win solution dah. Paling nggak kamu baca deh tulisan si Hanung Bramantyo. Aku nggak sabar nonton. AAC bikin pilihan poligami menjadi begitu indah :p
Yawda lah, segini aja. Lagi tutorial sepupuku bikin blog... see yaa
Labels: daily
|
Monday, January 07, 2008
Pagi-pagi mademoiselle sudah sibuk berdandan. Siang nanti ada reuni smanya. Bersama dengan Satrio –kekasih dan juga sama-sama alumni SMA Harapan bangsa-. Well, moment reuni adalah momen kangen-kangenan, juga momen unjuk keberhasilan sebagai seorang alumnus. Mademoiselle sadar betul tuntutan itu. Dalam segi karir, siapa yang tidak kenal Mademoiselle? Salah satu orang berbakat dan ternama di jajaran bidang advertising. Lagipula, ada Satrio yang mengapit lengannya nanti.
***
”Moiselle...!!!” Sapa seseorang.
”Hai...Ayu. Apa kabar?” Mademoiselle memeluk Ayu dengan hangat.
”Wah...wah...si sukses ini juga bersama dengan Satrio. Kalian...?!” Ayu menunjuk Mademoiselle dan Satrio bergantian.
”Apa hayo?” Satrio bertanya seolah-olah nggak ngerti.
”Kok nggak bilang-bilang, sih?” Tanya Ayu lagi.
Mademoiselle dan Satrio terhitung jarang berhubungan dengan teman-teman SMA. Hanya beberapa saja yang memang terhitung dengan. Lainnya, paling Cuma ketemuan tidak sengaja di bank, mal, bandara, dan sekitarnya.
”Ah, nggak kita Cuma ketemuan di luar, jadi masuknya bareng”. Jawab Mademoiselle dengan menirukan gaya bicara Cinta Laura.
”Sok ngartis, deh...!” Ayu mencubit lengan Mademoiselle. ”Udah berapa lama, sih?”
”Baru jalan dua tahuan, kok!” Jawab Satrio datar.
”Wah, udah lumayan lama. Kapan nih diresmikan? Aku aja udah berbuntut satu”.
“Gimana, ya…2008 masih ada proyek kerjaan, 2009 barengan sama pemilu, 2010...uhm, kayaknya pas tuh. Ngejar perfect ten. 10-10-10”. Jawab Mademoiselle dengan kelakarnya.
”Bener, ya?! Aku jangan lupa diselipin undangan”.
”Hehehe...pasti. Doakan saja”.
Raut muka Satrio menjadi berubah...
***
Sepanjang perjalanan pulang, Satrio menjadi pendiam. Bahkan dia hanya menurunkan Mademoiselle di lobi apatermennya. Mademoiselle bingung. Apa yang salah dengannya?!
***
”Tok...tok...tok...”
Satrio melirik ke arah pintu. Biasanya dia akan berkata, ”Masuk!”. Namun kali ini hanya diam.
”Udah makan siang, babe?” Tanya Mademoiselle sambil berdiri di depan pintu.
”Belum”. Jawab Satrio sambil membereskan berkas-berkas.
”I am sorry...,” Ucap Mademoiselle mendekat.
Satrio menghentikan aktifitasnya.
“Kamu merasa terganggu dengan ucapanku kemarin, ya?”
Satrio meraih pinggang Mademoiselle dan memeluknya. “Aku hanya shock mendengar paparanmu tentang tahun-tahun kedepan”.
”Kenapa?” Mademoiselle melepas pelukan Satrio.
Satrio hanya tersenyum.
”Aah, aku menakutimu, ya? No...no...no...aku bukan mau kasih deadline...” Mata Mademoiselle membulat. ”Aku juga belum siap”.
”Ha ha ha...” Satrio terbahak-bahak.
”Habis, emang nyebelin ditanyain kapan nikah, ya udah, aku make up story. Ha ha ha...”
Inilah hidup, ”Kapan anda menikah?” Tidak usah dijawab. Cukup berikan senyuman saja.
-Kisah Mademoiselle series hanya fiktif, kesamaan tokoh dan cerita hanya kebetulan saja-
Labels: mademoiselle series
|
Wednesday, January 02, 2008
Hahaha...cerita lucu, gokil, probably spontan...
lingerie, linger you, lingger me!Labels: daily
|
Tuesday, January 01, 2008
D luar dentuman kembang api saling bersahutan, pertanda tahun telah berganti. Mademoiselle berdiri di balik jendela, menatap langit yang berwarna-warni.
"Selamat tahun baru 2008!" Gumannya pelan.
Di luar, sepertinya pesta tak terusik sedikitpun. Meski rintik hujan turut menemani sejak sore hari. Hp Mademoiselle bergetar, tanda pesan singkat masuk. Tapi mademoiselle membiarkannya, justru beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, berserah diri kepada Sang Pencipta, memohon di tahun 2008 senantiasa dijaga dan dilimpahi rahmatNya. Selepas menggulung sajadah, Lady menelepon. Teman mademoiselle yang tinggal di kota dengan keindahan pantainya.
"Hai, selamat tahun baru!" Sapa Mademoiselle begitu membuka percakapan.
Bukannya disambut sapaan yang sama, malah berjuta sumpah serapah tumpah. Lady kesal karena acara tahun barunya digagalkan dengan hujan angin. Rave party yang direncanakan jauh-jauh hari pupus sudah. Selanjutnya mademoiselle hanya berkata "Ooo...", "He-eh...", kata-kata sekenanya. Lady tetap nyerocos seolah-olah akhir tahunnya neraka.
"Ya sudah, deh...aku mau tidur!" Lady memutuskan sambungan telepon. Mademoiselle tersenyum meletakkan gagang telepon. Di bukanya pesan yang tersimpan di inbox-nya. Ada satu pesan dari saudara jauhnya :
Selamat taun baru 2008, Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan rahmat-Nya.
Mademoiselle jadi terharu. Kemudian ditekannya tombol call hingga sambungan tersambung.
"Hai...," Sapa suara di seberang.
"Selamat tahun baru mbak Yu". Seru Mademoiselle.
"Selamat tahun baru juga". Suara teduh penuh suka cita.
"Gimana keadaan di sana?"
"Banjir sudah mulai surut. Di rumah tinggal semata kaki saja. Tetapi di daerah kota masih sepinggang ke atas"
"Bagaimana keadaan pak de, bu de?!"
"Semua baik...walau gelap-gelapan dan sedikit basah-basahan".
"Hati-hati ya, mbak Yu! Salam buat bu de!" Mademoiselle mengakhiri percakapannya. Memandang langit di luar apatermennya yang masih berwarna-warni. Bersyukur di malam pergantian tahun dirinya tidak kedinginan atau bergelap-gelapan, walaupun dirinya tak ikut lebur dalam suka cita pesta.
Semua orang bergumul dalam permasalahannya. Tahun terus berputar, harapan terus berputar, hanya saja setiap manusia memilih jalannya masing-masing. Bukan tidak boleh bersenang-senang atau memaksa diri untuk berempati. Percuma berempati kalau semuanya tidak tulus memberi. Hanya kadang kita perlu intropeksi, meredam langkah untuk satukan hati, siapa tahu itu memberi kebahagiaan yang lebih kekal abadi.
Selamat Tahun Baru, Lady, Mbak Yu...
Selamat Tahun Baru Pembaca.....
-Kisah Mademoiselle hanya fiksi semata, kesamaan tokoh dan kisah hanya kebetulan saja-
Labels: mademoiselle series
|