Monday, December 31, 2007
Wah…sudah akhir tahun 2007. Selamat Tahun baru 2008, semoga kesuksesan akan terus menyertai anda semua.
Tahun 2007 buatku, so amazing! So rolled up and rolled down. Diterima Trans TV juga HM. Sampoerna secara bersamaan walau end up-nya tidak sesuai kenyataan. Yes, So many things to learn.
Tahun 2007 adalah tahun terpayah juga buatku. Mondar-mandir ke dokter dan sekarang kondisinya lumayan. Postingan kali ini aku dedikasikan buat dokter-dokterku semua. Yang sudah berjasa merawat aku. Awal tahun aku operasi geraham ditangani sama The Sigits. Dulu pakai dentist dr. Indira, berhubung sekarang diganti anaknya, jadinya nggak nyaman. Bukan yang muda, yang tidak dipercaya, lho! Oke, The Sigit. Dr. Ari itu dentist yang keahliannya ngerapiin-ngerapiin gigi. Nah, kakaknya, dr. Donny adalah dokter bedah yang menangani operasiku. The Sigit adalah dokter-dokter yang cekatan dan canggih, plusss...cakep! (Hahaha...) Secara mereka masih koko yang bisa diajak gaul :p Prakteknya di depan SMP Muhamadiyah Pucang, kalo mau periksa harus by appointment only.
Kedua, dokter alergiku. Makasih ya dok, aku jadi nggak sesek-sesek lagi. Dr. Caecilia Lucida. Prakteknya di Bogowoto deket SD Hangtuah. Orangnya cantik, sabar, dan telaten. Nggak bikin deg-degan dan kalo nyuntik paling jempolan.
Ketiga, dr. Pudjo Hartono spesialis genekolog. Sapa coba orang Surabaya yang nggak kenal dokter ini. Prakteknya dibilangan Dharmahusada Indah. Dr. Pudjo orang yang mengkampanyekan untuk imunusasi kanker servic. Dokter ini seusia papa (anaknya seumur sama aku) tapi masih ganteng :p Yup, tahun depan sudah ada rencana untuk imunisasi. Walau ketemu sama si dokter 1 tahun sekali (kecuali mendesak ya, dok!). Karena dokter Pudjo sudah mengerti riwayat kesehatan keluargaku. Nenek, mama, tante-tante.
Keempat, dr. Priyanto. Dokter mata spesialis kanker ini paling nyentrik. Orang nggak bakal percaya dengan ’kecanggihannya’. Soalnya ya tadi nyentrik. Hehehe...tapi lucu banget. Prakteknya dikawasan Karangmenjangan. Tarifnya juga murah dibanding dokter-dokter canggih sekelasnya.
Kelima, dokter yang paling sering aku kunjungi di tahun 2007. Gara-gara kena chikungunya, gabak, sampai penyakit flu, batuk...dr. Tjindrawati. Dokter umum di poli RS Adi Husada. Lucu pol dokternya.
Keenam, dokter Siti dokter spesialis kulit & kosmetiologi ini penyelamat masa depanku. Mukaku bisa mulus dari noda-noda jerawat. Walau pasiennya suka bandel ngoprek-ngoprek muka ^_^ Berkat dr. Siti, facial jadi mudah.
Jadi, apa resolusi untuk tahun depan?... I just want healthier and more joy. So simple but so damn hard. Started with healthy life, melakukan segalanya dengan ikhlas, dan tentu saja berpasrah kepada Tuhan.
Happy New Year 2008 may God Bless You ALL! And have wonderfull year ever!
Labels: daily, refleksi
|
Saturday, December 29, 2007
Hai...hai...kemarin pas natalan semua tumplek blek di rumah. Secara, rumah papa cuman seupil, diisi sepupu-sepupunya yang jumlahnya buanyakkk. Dan pada saat itu berantakan banget karena kamar mandi depan sedang diupgrade. Yah, bersyukur, karena kita sebagai keluarga masih juga kompak dan akur. Hehehe... Dan tentu saja makan-makan ampe kenyanggg :9 mbak Nita juga ikutan ngumpul. Keren aja, lebaran pulang, natal juga pulang.
Terus, berita dari mbah, alhamdulillah tidak ada kekhawatiran. She's fine. Sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Yah, masak-masak gitu deh. Yang semula kita khawatir empedunya bakal digerogoti kanker, ternyata tidak.
Yang ini berita duka. Mr. DC mati kemarin jumat. Padahal kamis malam masih berisik. Yup, mungkin masalah usus yang terkontaminasi air surabaya beberapa hari yang lalu. Walau Mpon udah berjuang keras menyelematkannya. Sempat membaik walau akhirnya mati T_T Nggak ada lagi yang glodakan malam-malam, manja-manja, bahkan dicurhati masalah akang :p Yah, semoga di sana DC bahagia. Maafkan aku DC kalau bikin kamu susah dan tidak bahagia. Terimakasih sudah menghiburku ^_^
Lalu, aku juga mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Ms. Bhutto. Hah, dunia ini semakin susah mencari mana yang benar. Semuanya abu-abu dan aku benci itu. Yang aku inginkan dunia yang damai, tidak ada kekerasan, yang penuh dengan kasih. Kapan ya semua itu bisa terwujud?!...
PS : Kemarin sama Li jing nybain bikin brownis kukus tapi nggak pake tepung instant ternyata bisa :p enak pula... hehehe....
Labels: daily
|
Friday, December 21, 2007
Besok, 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu. Buat ibu-ibu di seluruh Indonesia. Congratulation! Being Mom never easy ^_^
Setiap hari ibu ataupun hari Kartini, saya selalu heran. Kenapa peringatannya selalu begitu-begitu saja. Lomba yang diadakan berkaitan dengan dapur ataupun ruang-ruang domestik. Seperti itukah kehidupan wanita sekarang? Terlampau jauh meninggalkan ruang domestik sehingga harus diingatkan kembali?! Well,...
Semestinya momen seperti ini dijadikan semangat untuk memupuk emansipasi, pemberdayaan dan kemajuan wanita Indonesia.Peran serta wanita cukup besar. Mereka tidak hanya memiliki andil mendukung anak dan suami tetapi bisa menjadi pahlawan bagi sekitar. Coba lihat saja, tanpa dukungan ibu-ibu PKK, pemerintah belum tentu bisa mengerjakan tugas-tugasnya. Namun masih banyak wanita yang nilai keluhuran kodrat, harkat dan martabat tertindas dalam lingkaran kebudayaan. Saya ingat saat membaca buku The Second Sex (Simone De Beauvior), kondisi sosial budaya kadang menindas hak-hak wanita. Stereotip seperti itu sudah terjadi puluhan tahun akibat penafsiran yang bias gender serta berideologi patriaki. Contoh, MUI pernah menyerukan gerakan kembali ke rumah bagi ibu. Mereka menyatakan, gerakan keluar rumah bagi ibu adalah kecenderungan usang yang perlu ditinggalkan.
Setiap individu berhak berpendapat, namun ada kepentingan yang lebih penting. Bersikap bijaksana bagi wanita dan juga pria. Tidak ada lagi yang namanya subordinat, secondary maupun inferior. Yang ada hanya, We are partner! Tidak ada siang tanpa malam, tidak ada Yin tanpa Yang dan tentu saja tidak ada Pria tanpa Wanita. ^_^
Selamat Hari Ibu! Semoga Tuhan senantiasa mengkaruniakan kesehatan bagi kita semua.
Labels: Opini, Special day
|
Thursday, December 20, 2007
Kabar terbaru dari nenek, Operasi sudah dilakukan kemarin dan alhamdulillah so far so good. Tinggal nunggu hasil lab patologi. Mudah2an, apa yang dikuatirkan tidak terjadi. Amin! Nenekku benar-benar wanita kuat dan tegar. Gimana ceritanya dia sampai mau dioperasi?! Setelah infeksi hingga memaksa untuk masuk ke rumah sakit ke tiga kalinya. Nenek saya mulai jengah. Suatu siang, saat sudah sembuh dari infeksi, dia minta kalkulator (dasar mantan pedagang!). Mbuh, ngitung2 dan kemudian bilang, "Saya operasi saja!". (Ucapnya mantap). Kita semua sebenarnya pro untuk operasi, tapi dokter bilang resikonya lumayan karena umur sudah 80-an, riwayat 'turun mesin' berkali-kali, dan ada bawaan jantung, sehingga bius sedikit riskan. Kita tanya, kenapa tiba-tiba minta operasi, dijawab hitung-hitungan secara finansial, tanpa operasi jauh lebih banyak, belum lagi biaya emosional (Yes, kalo ada keluarga sakit, biaya yang paling mahal ya itu, beban emosional). Lagi pula nenek pasrah, hidup dan mati milik Allah, sekarang yang penting ikhtiar. Wuahhh! Kita sekeluarga langsung semangat. Cia yo! Sebagian 'badai' sudah dilalui, tapi belum ending. Doakan saja, ya!
Terus, Si Darmiati a.k.a Mia -pembantu saya-, yup, yang menemani di Jombang, bikinin sarapan pagi-pagi buta, nungguin saya pulang tengah malam buta, kini 'terpaksa' pulang, karena paksaan dari bapak yang tidak mengakuinya sebagai anak. Kini si bapak sakit dan meminta Mi merawat. Huh! Mi benar-benar anak berbakti. Sudah dari kecil tidak dibesarkan bahkan diakui anak oleh bapaknya, namun dia dengan ikhlas mau merawat bapaknya. Entah itu pengabdian atau karena ketololan semata?!
Well, selamat berlebaran haji... Selamat juga natal... dan selamat ber-long weekend. Semoga kebahagiaan selalu menyertai anda semua. GBU!
Labels: family
|
Saturday, December 08, 2007
Satu minggu kemarin aku cukup dikejutkan oleh 3 hal :
1. I've been asked by a young 14 years old girl. She is a Singaporean. She asked am I virgin?! What? Hohoho... pertanyaan itu membuatku kurang nyaman. Yup! Itu privacy. Apalagi yang menanyakan anak berusia 14 tahun. Aku nggak jawab pertanyaannya dan justru balik bertanya, what about you? Dia bilang, masih. Lalu aku bertanya, what do you know about being virgin or not? Kemudian cerita mengalir aja, kalau teman-teman sekelasnya banyak yang tidak. Dia juga cukup sadar efek dari seks bebas (terlepas dari urusan dosa). Hehehe...di akhir cerita dia minta maaf sudah bertanya sesuatu yang privacy. Dia berkesimpulan kalo aku masih virgin. Dia juga heran heran, orang seusia aku masih bisa menjaga keperawanan (come on being virgin wasn't nasty thing). At the end I explained : For me being virgin till I got married will keep my pride as a woman and also human being who tried keep her faith to the God. And for me involved in that kind relationship won't never easy. Make sure your self; is he love you or just love your body?! (God! Aku wise juga ya)
2. Kali ini aku di sms sama temanku. Dia nanya gimana reaksimu kalo dibilang sexy sama seseorang. Sapa dulu yang bilang? Kalau pacar. Lihat dulu, apakah si pacar pernah melihat kita dalam keadaan flu berat dengan ingus dimana-mana? Kalau belum, well, ya jangan GR dulu :p Lagian pacar nganggep kita seksi itu wajar. Kalo yang bilang stranger? Liat2 dulu, dimana itu? Kalau di sebuah butik, ya dia lagi jualan. Tapi saya pernah dibilang begitu saat dikasirnya Qua li. Si mas2 bilangnya datar, so I didn't bother at all.
3. It was shocking me. My grandma sick again
Fiuhh...live really like roller coster
Labels: ordinary conversations
|