.jpg)
Betul ya, tradisi mudik itu bisa terjadi jika orangtua masih ada. Lebaran tahun ini untuk pertama kalinya nggak beranjak dari Surabaya. Pertama, karena mbah dari papa baru H-2 baru keluar dari rumah sakit. Kedua,
orang tua mama juga udah pada dipanggil Tuhan dan mama anak paling tua. Yah, walhasil aku menikmati lebaran di Surabaya. Malam takbiran aku habiskan dengan bikin puding dan jalan-jalan ma Gym dan Li jing -tetangga sebelah- beli pizza. Terus kita main game harry potter ampe dini hari. Paginya, sholat id di masjid deket rumah dan dilanjutkan dengan acara silahturahmi dengan tetangga-tetangga. Rame juga ternyata. Li jing, tetanggak yang nggak ngerayain lebaran tapi ikutan sibuk. Yah, karena mama-papanya lagi di Tiongkok, jadinya dia ikutan nimbrung ke rum
ah. Sorenya, adiknya mama -om Hery- lebaran dirumah. Lebaran ke dua mbak ita dan adiknya mama lainnya dateng ke rumah. Rontok dueh badan. Dirumah yang benar-benar 'berkarya' cuma aku dan gym. Mama&Papa sibuk terima tamu. Hari senin, printilan tetangga masih ada yang silahturahmi. Siangnya, aku, gym,Li jing, dan Wen Fuk, BBQ-an di teras. Sosis dan daging asap, ditutup mangga asem dari pohon rumahnya Li Jing. Seru sih! Kapan lagi bisa makan di teras. Tetanggaku masih pada kosong. Terus kemarin rabu, aku, gym, Li jing, Wen Fuk, dan Nyo, ke CWP (Ciputra Water Park). Seru aja bisa ngumpul-ngumpul dan....MAKAN-MAKAN MULU. Nimbun lemak lagi dueh ^_^
Lebaran tahun ini nggak ketemuan sama akang, karena dia dan keluarga mudik ke tempat kakek,neneknya di Medan. Ceritanya dia lebih seru. Ngumpul ama keluarga yang jumlahnya buanyakkkk, jalan2 ke prapat, makan mulu. Kwetiau A Sun, Segala macam masakan melayu diembat sama dia. Untung lagi nggak musim duren. Bisa-bisa gembul buanget akang.
Yah, met lebaran juga. Semoga kebahagian selalu menyertai kita semua
Hah! Aku baru perang urat saraf yang sebetulnya juga nggak jelas juntrungannya. Begini, berita/rumor,
whatever you called it : Tentang jarum suntik misterius mengandung HIV dan disebar di tempat2 umum
such as bioskop. Berita itu banyak beredar di milis, pesan berantai friendster, dan semua hal yang faktanya terkaburkan. Entah karena aku naif, nggak pedulian, ataupun bloon sekalian, aku berpikir itu hanya rumor yang kebenarannya susah dibuktikan. Baru tadi aku dibuat syok.
All story are true. Jadi saya bertemu pacarnya-temanya-adik saya, dia seorang aparat kepolisian. Dia cerita bahwa kejadian itu benar adanya, bahkan sempat berkata saat sidak, pernah nyata-nyata menemukan jarum di bioskop Royal Plaza. Dan korban yang kena, sekarang terinfeksi HIV.
What on earth?!Dalam pikiran,
sound imposible. Aku
challeged dia buat jelasin semua lebih rinci. Kenapa itu tidak pernah diliput, disebar luaskan secara hukum.
Mean via televisi atau koran yang kebenaran beritanya bisa dipertanggung jawabkan? Dijawab karena pelakunya belum tertangkap. Aku jadi tambah skeptis, bagaimana bisa Indonesia disebut sebuah negara? Dimana hak-hak warga sipil tidak bisa didapat? Dimana perlindungannya? Well, boleh kalau dibilang aparat indonesia belum bisa memberikan
safety places tapi
at least berikanlah
safety feeling buat kita. Kalau belum bisa melindungi, paling tidak memberikan informasi dengan benar, kalau memang sebuah kebenaran, walau meyakitkan tetap lebih baik daripada nggak tahu apa-apa. Ini yang ngebuat aku menjadi 'berontak',apa sih yang ada dipikiran mereka-mereka itu? Kalau benar begitu adanya, kenapa teror dianggap biasa?
Non sense! Kalau memang diresapi, flu burung yang jelas-jelas adanya dan korban terbesar di dunia, pemerintah (terutama daerah) seolah menunjukkan ketidak pedulian. Apalagi kejadian yang cuman bisa dihitung jari kasusnya. Nggak salah, kalau sampai ada warganya paranoid dan memilih meninggalkan indonesia (
I knew the people). Hidup di Indonesia nggak ubahnya hidup di Sierra Leon. Oke, mungkin berlebihan. Tapi aku nggak bisa nyalahin orang-orang yang terlanjur paranoid karena ketidak pedulian pemerintah.
Saya baru terhenyak dengan topik di Oprah show beberapa waktu lalu 'truth story are never told', yah...gak bisa menyalahkan kalau pelindung bayangan bergentayangan. So, berdoalah dan waspada, karena pemerintah/aparat/orang-orang yang memengang kekuasan tidak dapat melindungi kita, malah membinasakan kita. Tuhan memberkati
Alhamdulillah, nenek masih bisa berkumpul bersama kita lagi di lebaran kali ini. Selamat Idul fitri, mohon maaf lahir batin. Semoga spirit ramadhan akan terus bersama kita hingga ramadhan tahun depan datang. GBU
Labels: Special day
Nenek saya satu-satunya sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit (lagi), kondisinya lebih parah daripada sebelumnya. Hepatitis B, di ginjal dan empedunya terdapat batu. Nenek saya usianya 81 tahun ini. Ini lebaran kelabu kedua kami setelah tiga tahun yang lalu, adik nenek saya stroke dan melewati lebaran di rumah sakit. Sometimes kita merasa nggak enaknya punya keluarga mungil. Ayah saya cuman anak tunggal, dan cucu nenek cuma saya dan sin.
I proud with her so much. She raised up my dad by herself as a single mother. Because her husband passed away when my father 6 months old. Can you imagine? She has been through a lot of things include 5 times cancer surgery. She is strong woman. But now, i don't think so she will survive with all of those surgery. She's old, powerless but we still belive, God here for us.
Mohon doanya, semoga di bulan yang indah ini...ada keajaiban buat kami. Kalau memang Tuhan boleh menyembuhkan nenek saya sekali lagi, sembuhkanlah tanpa penderitaan dan jika memang harus kembali padaNya, permudahlah jalannya. Damai di sisiNya. Kita keluarga hanya mau dia tidak tersiksa.
Mohon doanya....Tuhan memberkati kalian semua. GBU!
Labels: Sad