<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=28179318&amp;blogName=The+Prima+World&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Flovelyprima.blogspot.com%2F&amp;blogLocale=en_US&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Flovelyprima.blogspot.com%2Fsearch" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
♥The Prima World ♥
Monday, September 03, 2007

Aku lagi kesel banget sampai ubun-ubun. Perang tarif telepon selular yang makin gila-gilaan ≠ customer satisfied. Secara logika, harga murah untuk mendapatkan pelanggan. Dan apakah perusahaan dapat mempertahankan pelanggan kalau pelayanannya buruk?!

Saya pengguna 2 brand kartu selular, Simpati dan XL. Saya pengguna XL sejak 2 tahun yang lalu. Belum terlalu lama dibanding pengunaan telkomsel (Simpati), sekitar 7-8 tahunan. Saya tidak akan membicarakan telkomsel (simpati) karena nggak ada masalah, saya PUAS dengan layanannya karena janjinya sesuai. Saya berlangganan XL karena mereka bukan provider yang hanya menjaring konsumen dadakan, tanpa ada motivasi mempertahankannya. Saya kira XL telah mendapat pelajaran dari iklan telepon gratis bebas di tahun 2003an, saat perpindahan dari exelcom menjadi XL saja. Presiden pun melarang, karena akan membuat error jaringan karena overloaded.

Sejak saat XL mengkampanyekan Rp 1,- / 1 dtk. Jaringannya SUCKS, nelepon di sesama kota aja butuh waktu minimum 30 menit supaya bisa nyambung, kebayang kan gimana kalau antar provinsi. Berapa banyak rupiah yang bakal melayang dengan jaringan komunikasi yang payah total? Harusnya kata-kata ’telepon yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa TAHUN lagi’....

Nggak jelas, strategi bisnis macam apa ini? That’s way nggak ada yang bisa melawan bombardir dari telkomsel. Selain mereka punya 3 brand, mereka juga menjaga kualitas, nggak ngasal.

Jadi, saya, beberapa rekan, keluarga sepakat nggak mau pakai XL lagi. XL really sucks!

Labels:

|


Free Blog Content

"

Zawa-BirthdayReminder

< <

"

the kite runner