<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=28179318&amp;blogName=The+Prima+World&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Flovelyprima.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Flovelyprima.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
♥The Prima World ♥
Thursday, November 30, 2006

Di tivi marak sekali dibahas smackdown atau gulat bebas yang sudah memakan banyak korban. Jaman aku SMP dulu, sekitar tahun 1997an, juga booming tuh WCW. Di tayanginnya siang-siang hari minggu. Bisa jadi saat itu pemberitaan tivi tidak segencar sekarang jadinya korban-korban nggak terdeteksi, atau malah nggak ada ya. Uhm...mungkin orang tua – orang tua angkatan orang tua saya relatif lebih kopen.

Saya sempet berinteraksi sama orangtua yang terganggu dengan tayangan smackdown. Dia mencaci maki Lativi. Lalu aku tanya, “memang bapak/ibu nggak ngasih tahu anaknya untuk nggak nonton?” Mereka jawab nggak bisa. So?! Sapa yang salah? Anak sudah tidak punya kuping dengan pendapat orang tua, indikasi orangtua bukanlah pemegang kekuasaan, right? Si bapak cuman punya satu tivi,ditaruhnya di ruang tivi, harusnya dengan dialog, anak-orang tua terjembatani.Lagipula, itu ditayangin jan 20.30. Untuk anak SD, bukan lagi waktunya nonton TV. Masak siy nggak ada batasan nonton TV? Nggak tahu lagi kalo orangtuanya nonton. Jadi...godaannya orangtua adalah liat tivi atau anak? Solusinya:kasih pengertian (anak bukan kebo yang bolot kok), matikan tivi bila tayangan dewasa, kalo bapak/ibu pengen liat...ya...beli tivi lagi dan ditaruh di kamar.

Terus kalo tayangan itu sudah tidak ditayangkan oleh pihak Lativi, apakah dijamin tidak adalagi korban? Don’t think so. Ada tuh game2 PS smackdown. Hayo! Jadi juga mau nuntut perusahaan game untuk ga jualan? Atau sekalian nuntut sony untuk ga produksi PS?!

Okelah, kalo memang semua tayangan itu nggak bermanfaat dan korban sudah berjatuhan maka acaranya dibrendel. Lalu pertanyaannya...cuma yang sudah jatuh korban saja secara fisik yang bisa diberendel?! Tayangan sinetron yang nggak penting, macam hantu-hantuan dan intrik tidak mendidik nggak bisa diberendel? Padahal jatuh korban juga lho...Cuma nggak bisa terdeteksi.

Jadi?! Balik lagi kan...rating adalah dewa pertelevisian. Nggak bisa bulat-bulat nyalahin pihak stasiun tivi. Kita selaku human being dan orangtua pada khususnya, ngeliat anaknya. Intropeksi! Walo rumput tetangga lebih hijau, kalo anak merasa nyaman, sampai jaman jebot pun insyallah anak nggak neko-neko bandelnya. Gitu siy...saya sendiri belum beranak, ya...ini cuman komentar nggak penting.
|
Tuesday, November 28, 2006

Finally, the torture was half-over....

Setelah penundaan yang lama akhirnya....

Kamis minggu kemarin geraham belakangku dieksekusi. Karena banyak pertimbangan akhirnya eksekusi dilakukan di klinik dr. Donny (sekali lagi, bukan Sibarani) bukan di rumah sakit. Biayanya juga nggak jauh berbeda.

Sebenarnya mau diangkat dua-duanya tapi karena letak yang rawan, dekat pembuluh darah dan faktor kenyamanan saya, maka diputuskan satu dulu dievakuasi. Dan itu sebelah kiri. Kenapa kiri lebih dahulu? Karena posisinya –nyerempet pembuluh darah- dianggap paling bahaya, jika, katakanlah mal praktek hingga pembuluh darah itu putus, maka saya akan ‘geringgingen’ for 3-6 months. Take a risk. Pasti! Mana ada operasi tanpa resiko.

Operasi inti kurang lebih 15 menitan. Totalnya 1 jam. Mulai dari bius hingga jahitnya. Jujur banget....NGGAK SAKIT. Saat itu pula aku tekad untuk nggak takut buat operasi sebelah kanan. Tapi benar saudara-saudara...siksaan justru datang H +1. Pagi hari, begitu bangun, aku mual2 padahal deadline jam 6 harus minum obat kalau nggak mau direpotkan bangun tengah malam untuk minum obat. Susah payah aku makan, berhasil cuman 2 sendok makan dengan kuah seember. Minumlah obatnya. Lalu aku tidur.

Tujuh hari setelah operasi, nggak boleh konsumsi yang panas dan dingin, ga boleh kumur2, makan keras2, lari2, french kiss (sumpah dokterna bilang gitu) dan semua yang yang berhubungan dengan mulut harus steril. Habis makan, cepet-cepet direndem antiseptik mulutnya.

Bangun tidur, perutku tambah mual ditambah muntah2, panas badanku 38.5 derajat. Sakit banget. Minum mual, ngapa-ngapai mual. Ternyata obatnya ngga cocok sama aku. Di kasih obat pengurang asam lambung, hasilnya...muntah2. Untungnya deket2 jam 9 malam, aku sudah bisa makan walau cuma nutrijel yang dicacah.

Har berikutnya sudah mendingan banyak. At least nggak mual, nggak muntah. Walau masih bengkak. Tapi kalau sudah nafsu makan kan berarti aku sehat. Makannya tetap dengan kuah seember. Uptill today. Sekarang masalahnya sariawanku segede-gede gaban. Oya, hari ini aku bisa manggap lebar. Ternyata jahitnya panjang juga. Kamis mau dilepas jahitannya. Dan nggak tahu sebelah kanan mau kapan eksekusinya.

Aku lagi menunggu sesuatu, mudah2an nggak terganggu dengan acara operasi2an ini.

Kayaknya selama ini aku terlalu ceriwis, jadinya seminggu ini diirit ngomongnya. Hik...hik...hik! sebelah kanan masih PR. Doain ya...saya dipanjangkan sabarnya ^_^
|
Wednesday, November 15, 2006

Uhm, lately aku terhanyut oleh bukunya Murakami -Norwegian Wood- Penulisnya gila! Hebat banget, aku bacanya seperti menikmati lukisan dengan nalar. Tiap goresan warnanya mampu dituangkan dan sanggup dimengerti oleh pembacanya. Jarang banget aku nemuin bentuk penceritaan yang detail tapi rapi selain dari tulisannya Murakami. Kalo ada waktu dan duit lebih untuk membelinya, boleh dicoba. Nggak sia-sia kok!
Terus, flm Denias -sekarang dah nggak ada di bioskop2 Surabaya- well, not bad. Kayaknya baru kali ini film anak-anak yang bisa sekelas Sherina. Banyak hal yang bisa kita ambil. Ini to Indonesia?! Andaikan para pemerintah, dewan mau melihat film ini, dapat dibayangkan berapa besar uang yang 'diselip' mereka bermanfaat begitu besar. Alam Papua benar-benar indah. Bisa dibandingkan dengan Alpen atau grand canyoon. Terakhir kemarin aku liat WTC. Huhuhu...so paintfull. Mengalirkan air mata dengan 'elegan'. Uhm...bisa jadi bikin filmnya dari sisi 'aman', tapi kayaknya sisi baik itu memang ada. Mereka, para polisi, Pemadam kebakaran, paramedik adalah pahlawan. Kenapa ya saat2 pilu kok orang lebih cenderung bersatu. Aku rindu Indonesia yang berbhinneka tunggal ika. Damailah Poso! Nggak tahu, menurutku nggak rasional aja apa yang terjadi di Indonesia. Uhm, memang masih banyak hal tidak rasional di Indonesia. Liat aja sinetronnya. Cerminan banget boww!!!
Oya, pas di 21 TP kemarin aku nyobain jalan ala Oprah. God sake malu-maluin banget deh ;p Hehehe...tulisanku ikut dipamerin di lomba jurnalistik, lho!
Dan kemarin aku one step to make it true. Aku jadi sedikit bimbang, ini kah yang kuingini? Mendengar tanggapan orang2 kok sepertinya tidak mendukung, memandang sebelah mata. Aku jadi bertanya, apa yang sebenarnya dicari? Prestige ataukah uang? Aku sebagai orang waras di dunia pasti maunya kedua2nya. Tapi ketika langkah tidak bisa sejalan?!... Aku hanya berdoa kepada Tuhan, karuniakan pekerjaan yang memberikan kemuliaan,kesejahteraan dan kebahagiaan. Ketika langkahku sampai di sini, mungkin ini sebuah misi yang harus aku jalankan untuk membawa berkat bagi banyak orang. Btw, emang pekerjaan belakang meja selalu menghasilkan banyak uang ;p Kalau iya, safir senduk ga bakal bikin buku dengan tema seperti itu...ya nggak?! Sudahlah...yang jelas aku meminta Tuhan untuk tetap membimbingku dan memantapkan setiap keputusan yang aku ambil. Toh, setiap manusia tidak sama nasibnya. Toh, tidak ada yang dapat membedakan manusia...hakikat manusia adalah untuk dimanusiakan. Hanya manusia dengan IQ jongkok yang menganggap hidup itu atasaan dengan bawahan. Bo' perbudakan itu so last year gitu lho... Aku akan buktikan kalo aku survive dengan apa yang kupilih, karena semuanya atas ijin Allah.
Love u and GBU
Cia yo! ^_^
PS: Uang tidak menjamin datangnya 100% kebahagiaan
|
Monday, November 06, 2006


Uhm...liburan sudah kelar ya. Dan semuanya kembali lagi ke habitat awal. Termasuk saya. Kemarin akang sempetin pulang untuk lebaran dua minggu. Dua minggu setelah kurang lebih tiga bulan nggak ketemu, tentu saja...kayak flash liwat -Emang pernah ya bosen?! ;p Yang ada malah kurang mulu- Tiap hari ada aja yang dikerjain barengan. Kecuali hari senin,selasa,rabu nggak ketemu karena lebaran sendiri2. Buanyakkk banget yang bisa dikerjain barengan. Dari ngobrol puanjangggg ampe foto box kaya ABG =D Huhuhu...missing everything tapi ya...what can we do beside do the best what happend in front of ours.
Oya, pas lebaran sempet gitu ketemu sama kerabat yang katanya punya six sense. Katanya, 'writer should writing' Hahaha...aku nggak pernah menasbikan diriku penulis. Hanya kebetulan saja hoby menulis, tapi kalo memang bisa dikomersilin alhamdulillah, puji Tuhan banget. Mungkin apa yang dibilang kerabatku tadi. Ntah lepas dari six sense atau nggak, tapi maybe it is His sign after all. Soal ramalan2 aku nggak sepenuhnya percaya 100%. Aku paling sebel kalo tiba-tiba orang yang punya kelebihan itu 'menerawangku' tanpa diminta. Biarlah menjadi misteri. Percaya atau nggak. Dulu, pas sebelum jadian sama akang. Aku ma sepupuku lagi jalan di malioboro. Tiba2 ada orang nyamperin -entah orang apa bukan ;p - bilang 'sebentar lagi bakal ketemu jodohnya'. Hah?! Amin! Aku ma akang temen sejak jama SMA. Tapi...qta baru kenal pas kelas 3. itu pun gara2 sekelas. sebelumnya nggak pernah liat. Padahal aku ma sobat kenalnya sekelas 2 tahun. Lalu lanjut kuliah jauhhh...cuma tetep keep in touch via sms. Never be more than friend. Just friend! Lalu kita ketemu dan ngobrol dan...nggak tahu kenapa, tiba2 aja jadian. Dan alhamdulillah jalan sampe sekarang. Padahal ya...kalo dipikir, kita itu kayak rel. Nggak pernah dekat -secara harafiah- pasti ada aja aku dimana, akang dimana.
Termasuk pas akang pulang kemarin, si mbah mulai nanya2 wetonnya akang. diitung-itung. Yah,katanya siy membawa rejeki. Walau rada nggak masuk akal. Well, alhamdulillah lah ^_^ Apalagi yang ramalannya mas Deddy. Huh! Sutralah...mas. Ramalan?! Yah, kalau baik2 siapa siy nggak mau.
Apapun yang terjadi motto kami DO OUR BEST AND LET GOD DO THE REST. Perjalanan masih panjang.
Btw, writer should writing right?! Hum...just see i try hard to make it true. DOAIN YA TEMAN!!!
God Bless You all
|


Free Blog Content

"

Zawa-BirthdayReminder

< <

"

the kite runner